Saya Bukan Wartawan

April 21, 2008

Julia Perez vs goyang kamasutra

Diarsipkan di bawah: Nyeleneh — lupuzmillenia @ 10:46 am

Heboh, entah ada apa dibalik kemunculan Album baru si sexy Julia Perez alias “JUPEK”. Kali ini jupek meluncurkan album dengan salah satu judulnya “goyang kamasutra”, tentunya judul lagu yang lainnya “nyerempet” dengan yang berbau seperti demikian. (lagi…)

Cara Posting Artikel di WordPress

Diarsipkan di bawah: Belajar Wordpress — lupuzmillenia @ 10:02 am

Semisal anda sudah memiliki web dengan wordpress, selanjutnya adalah bagaimana cara memposting tulisan. Yang namanya Nge-blog wajib nulis, donk.

Berikut ini langkah-langkahnya : (lagi…)

Cara Install WordPress (Instant)

Diarsipkan di bawah: Belajar Wordpress — lupuzmillenia @ 9:18 am

Bagi anda seorang pemula, sekiranya menghendaki akan Nge-blog memakai wordpress. Berikut ini panduan cara installnya (disebut instant karena sangat cepat proses installnya) : (lagi…)

April 19, 2008

Ayat-ayat Cinta

Diarsipkan di bawah: dunia — lupuzmillenia @ 1:07 am

Trully \"Ayat-ayat Cinta\"

Trully Ayat-ayat Cinta”…………., setuju?

April 12, 2008

Boleh macam itu kah?

Diarsipkan di bawah: Dongeng pinggiran — lupuzmillenia @ 9:07 am

Jadi inget boss saya waktu kerja di fabrikasi dulu. Beliau selalu berucap demikian jika mengetahui hal-hal yang janggal menurutnya.

Sebenarnya tidak hanya 1 atau 2 kali saya melihat kejadian yang akan saya urai dibawah ini. Tapi baru kali ini saya bisa mengungkapnya. (lagi…)

Ma’af para pejabat

Diarsipkan di bawah: Untuk negeri ini — lupuzmillenia @ 4:40 am

Ma’af Pemerintah Negara yang sangat kaya ini…Saya tidak tahu harus membawa daftar ini kemana, tidak ada yang bisa dilakukan kecuali kutuliskan disini.

Mengapa ya, setiap kenaikan harga yang engkau berikan, awalnya membuat saya resah. Bagaimana ini? bisa tidak bertahan? sampai-sampai…ya, sudahlah…saya hanya rakyat rendah. (lagi…)

Ma’af pak Jumari saya bukan wartawan

Diarsipkan di bawah: Dongeng pinggiran — lupuzmillenia @ 2:58 am

Ini hanya coretan kecil dari tutur kata seorang kenalan di sebuah warteg di tepi jalan.

Sepulang dari pengajian rutin beberapa hari lalu, saya berdiri di tepi trotoar daerah Klender. Angkot yang ditunggu belum jua lewat, sedang matahari kian memancar terik. Entah mengapa, kedua mata saya tertarik untuk memperhatikan seorang bapak tua yang tengah termangu di tepi jalan dengan sebuah gerobak kecil yang kosong. Bapak itu duduk di trotoar. Matanya memandang kosong ke arah jalan.

(lagi…)

« Halaman Sebelumnya

Blog pada WordPress.com.